PROSA, FIKSI DAN DRAMA


PROSA

A. PENGERTIAN PROSA /FIKSI

Prosa dalam kesusastraan sering disebut juga dengan istilah fiksi. Kata prosa diambil dari bahasa Inggris, yakni prose. Prosa atau fiksi memiliki arti sebuah karya naratif yang menceritakan sesuatu yang bersifat rekaan, khayalan, tidak berdasarkan kenyataan atau dapat juga berarti suatu kenyataan yang  yang lahir berdasarkan khayalan.

Sudjiman (1984:17) menyatakan bahwa fiksi adalah cerita rekaan, kisahan yang mempunyai tokoh, lakuan, dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Jika berbicara fiksi, maka konteksnya mengingatkan kepada karya sastra. Sebaliknya jika berbicara karya sastra, maka konteks tersebut akan mengarahkan kepada sebuah karya sastra yang bersifat fiktif.

Secara umum prosa/fiksi memiliki arti sebuah cerita rekaan yang kisahannya mempunyai aspek tokoh, alur, tema, dan pusat pengisahan yang keseluruhannya dihasilkan oleh daya imajinasi pengarang.

Cerita fiksi dihasilkan oleh daya imajinasi pengarang, maka seluruh aspek yang ada di dalam sebuah prosa tentunya juga berdasarkan khayalan. Usaha penciptaan peristiwa atau pun tokoh sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi dalam cerita tersebut dapat ditinjau dari dua faktor utama.

1. Faktor proses

Proses penciptaan dilihat dari subjektifitas sastrawan saat memproses alam sekitarnya dengan imajinasinya.

2. Faktor sumber penciptaan

Semua hal yang terjadi di dalam semesta, terutama yang berlangsung di sekitar kehidupan pengarangnya.

Subjektifitas pengarang turut menentukan bobot sebuah fiksi. Semakin tajam imajinasi pengarang ketika menciptakan permasalahan dalam cerita, biasanya semakin berbobot fiksi tersebut. Dengan demikian, maka semakin terintgrasi pula pengarang tersebut sebagai seorang sastrawan. Keindahan dan manfaat yang tercipta dalam sebuah fiksi dijadikan sebagai tolak ukur untuk menetapkan berbobot tidaknya sebuah karya sastra.

Ketika membaca sebuah fiksi agaknya kita tenggelam ke dalam dunia khayalan karena secara fisik diam tetapi secara batin sangat aktif untuk mengikuti sejauh imajinasi yang diciptakan pengarang.

B. JENIS-JENIS PROSA/FIKSI

Ditinjau dari segi penyebarannya, prosa/fiksi dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni prosa lama (tradsional) dan prosa modern. Prosa tradisional lebih sering dikenal dengan prosa lisan sementara prosa modern dikenal denga prosa tulisan. Fiksi tradisional lebih mengandalkan oral gestur yang awalnya berkembang dalam masyarakat daerah yang belum memiliki tradisi tulis.

a. Prosa Lama

Untuk mengenal fiksi tradisional dapat dilihat ciri-ciri dari fiksi tersebut, yakni:

1)      Interpolasi; penambahan atau pengisian unsur-unsur baru pada bahan cerita.

2)       varian; suatu versi yang mempunyai perbedaan pokok dengan versi cerita lainnya. Dalam versi ini memiliki ciri penyebarannya dari mulut ke mulut, versinya berbeda-beda, bersifat anonim,menciptakan manfaat.

Dalam kesastraan, prosa lama muncul sebagai tradisi lisan. Pada prosa lama dikenal

  1.  dongeng,
  2. mite,
  3. legenda,
  4. fabel,
  5. hikayat,
  6. cerita penggeli hati, dan
  7. cerita perumpamaan.

a)      Dongeng adalah cerita yang sepenuhnya merupakan hasil imajinasi atau khayalan pengarang yang diceritakan seluruhnya belum pernah terjadi.

b)      Fabel adalah cerita rekaan tentang binatang dan dilakukan atau para pelakunya binatang yang diperlakukan seperti manusia.

c)      Hikayat adalah cerita, baik sejarah, maupun cerita roman fiktif yang dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekedar untuk meramaikan pesta.

d)     Legenda adalah dongeng tentang suatu kejadian alam, asal usul suatu tempat, benda, atau kejadian di suatu tempat atau daerah.

e)      Mite adalah cerita yang mengandung atau berlatar belakang sejarah atau hal yang sudah dipercayai orang banyak bahwa cerita tersebut pernah terjadi dan mengandung hal-hal gaib.

Contoh: cerita Nyi Roro Kidul

}  Cerita penggeli hati sering diistilahkan dengan cerita noodlehead karena terdapat dalam hampir semua budaya rakyat.

Contoh: cerita si kabayan.

}  Cerita perumpamaan adalah dongeng yang mengandung kiasan atau ibarat yang berisi nasihat dan bersifat mendidik.

b. Prosa Modern

Dari khasanah sastra modern, dikenal adanya beberapa jenis karya prosa/fiksi, yakni novel dan cerita  pendek. Perbedaan antara cerpen dengan novel harus dilihat dari kekhasan strukturnya dan karakteristik permasalahannya.

Cerpen; hanya mengungkapkan kesatuan permasalahan saja, yakni dengan mengungkapkan sebuah permasalahan disertai dengan faktor penyebab dan akibatnya.

Novel; memuat beberapa kesatuan permasalahan yang membentuk rantai permasalahan, diikuti faktor penyebab dan akibatnya, peristiwa yang terjadi dapat terulang kembali dengan melihat akibat yang muncul sebagai penyebab permasalahan lain muncul.

Secara sederhana perbedaan tersebut dapat terlihat bahwa cerpen mengutamakan penyajian lintasan peristiwa untuk merangkum sebuah permasalahan. Sebaliknya novel mengutamakan kesempurnaan penyajian peristiwa untuk menyajikan permasalahan sejelas mungkin sehingga peristiwa dalam novel terkesan utuh.

Dari berbagai ragam cerpen yang berkembang, dapat digolongkan atas: cerpen absurd dan cerpen suasana batin.

v   cerpen absurd; cerpen yang tidak masuk akal atau cerpen yang mustahil terjadi. Contoh cerita superman.

v   cerpen suasana batin; cerpen yang mampu membawa pembaca masuk ke dalam suasana batin bahkan hanyut dan lebur ke dalam diri tokoh, seakan-akan kita menjadi tokoh tersebut.

v  cerita anak; cerita yang ditulis untuk anak-anak sesuai dengan usianya. Bentuknya bisa serial, cerita bergambar.

v   cerita keajaiban; yakni cerita sihir dan peri gaib, yang biasanya melibatkan unsur percintaan dan petualangan.

v   cerita fantasi; menggambarkan dunia yang tidak nyata, menceritakan hal-hal aneh, menggambarkan suasana yang asing dan peristiwa yang sukar diterima akal.

v  cerita fiksi ilmu pengetahuan; cerita dengan unsur fantasi yang didasarkan pada hipotesis tentang ramalan yang masuk akal berdasarkan pengetahuan, teori, dan spekulasi ilmiah.

Selanjutnya ragam fiksi modern yakni novel. Novel Indonesia terbagi atas novel yang terintegrasi dan yang tidak terintegrasi.

  • Novel terintegrasi adalah novel yang menyajikan struktur yang mendukung sistem sosial ekonomi yang ada.
  • Novel tak integrasi adalah novel yang tidak mendukung sistem sosial ekonomi.

Novel Terintegrasi

Novel terintegrasi berasal dari anggapan bahwa karya sastra berisi ajaran yang baik secara langsung maupun tak langsung mendukung sistem sosial ekonomi.

Novel yang terintegrasi dapat dibedakan menjadi dua:

}   novel yang menggunakan tradisi atau budaya lokal sebagai alat untuk penyesuaian dengan sistem yang ada,

}  Novel yang menggunakan agama untuk tujuan pendukung sistem atau struktur tersebut.

Novel warna budaya lokal

Pengertian warna lokal mencakup masalah:

  1. Penggunaan bahasa; mencakup kata atau diksi, struktur, dan idiom-idiom lokal.
  2. Cara berpikir; mencakup idealis  dan pragmatis.
  3. Pelukisan adat istiadat.
  4. Adanya kepercayaan rakyat, baik secara kolektif maupun individual.
  5. Sikap hidup; baik vertikal maupun horizontal.

Pemanfaatan warna lokal

  1. Dirasa bahasa Indonesia kurang ekspresif atau kurang ekonomis (tidak dapat mengangkat suatu pengertian dari suatu kata).
  2. Ada sesuatu yang hanya ada pada tempat di daerah, sementara dalam bahasa Indonesia tidak menyediakan.
  3. Untuk memberikan corak realis yang kuat.

Novel warna agama

Novel warna agama beranggapan bahwa seni adalah suatu kumpulan seluruh kehadiran manusia. Novel ini tidak memberikan jawaban tetapi justru memberikan pernyataan.

Novel ini dilatarbelakangi oleh:

  • Motif-motif dalam kesusastraan, yaitu persoalan pencarian identitas sastrawan.
  • Motif-motif di luar kesusastraan, yaitu pengaruh penggolongan serta realitas antara golongan di dalam masyarakat.

Novel tak terintegrasi

Novel yang tak terintegrasi dalah novel yang tidak mendukung secara langsung sistem sosial ekonomi masyarakat di mana karya sastra itu lahir. Hal ini muncul atas dasar kesadaran :

  • Mereka sadar bahwa sastra novel sebagai suatu yang mencoba memberikan arti terhadap kehidupan, tidak mungkin akan dapat memengaruhi mekanisme kehidupan.
  • Sastra dianggap sebagai mental exercise, suatu pemikiran tanpa memperhatikan hubungannya dengan kenyataan.
  • Penulis novel telah menghasilkan karya yang lebih mementingkan karya sastra sebagai suatu latihan pemikiran, dan tidak memperhatikan soal penyampaian amanat sebuah moral sastra pada publik.

Contoh novel merahnya merah, kering, ziarah ( Iwan simatupang); olenka, rafilus (Budi darma); dll.

UNSUR-UNSUR PEMBANGUN FIKSI

A. Unsur ekstrinsik

Unsur yang membangun sebuah fiksi yang berasal dari luar sastra. Unsur ekstrinsik fisik yang utama adalah pengarang, sensitivitas pengarang, pandangan hidup pengarang (tata nilai masyarakat, ideologi, konvensi budaya, konvensi sastra, konvensi bahasa).

B. Unsur intrinsik

Unsur yang membangun dari dalam fiksi tersebut.

Dapat dibedakan menjadi dua, yakni unsur bentuk  dan unsur isi atau lebih dikenal dengan unsur fisik dan unsur mental.

Unsur bentuk (fisik): alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, dan gaya bahasa.

Unsur isi (mental): tema dan amanat.

v Plot: Cara pengarang menyusun dan menghadirkan peristiwa-peristiwa dalam suatu cerita sastra yang berdasarkan hubungan kausalitas (sebab-akibat).

Plot cerita tidak selalu berurutan, pengarang yang kreatif akan menyusun peristiwa cerita sehingga cerita menjadi absurd.

Elemen-elemen plot:

  • Situation: Memaparkan peristiwa
  • Generation: Peristiwa mulai begerak
  •  Rising action: keadaan mulai memuncak
  •  Climax: peristiwa memuncak
  •  Denoument: Peleraian, pemecahan persoalan.
  • Penokohan: Cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan watak tokohnya dalam cerita.

Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berkelakuan di dalam cerita.

Berdasarkan  fungsinya tokoh dibedakan menjadi tokoh sentral dan tokoh bawahan.

Tokoh dan penokohan dalam cerita dikenal:

1. Protagonis

2. Antagonis

Tokoh protagonis selalu menjadi tokoh yang sentral dan menjadi pusat sorotan di dalam kisahan.

Untuk menentukan tokoh utama bukan dari frekuensi kemunculannya melainkan intensitas keterlibatan tokoh dalam peristiwa yang membangun cerita.

Tokoh antagonis atau tokoh lawan juga termasuk tokoh sentral.

Tokoh antagonis merupakan penentang tokoh utama. Tokoh ini mewakili pihak yang jahat atau yang salah.

Pertentangan yang terjadi merupakan suatu peristiwa yang sengaja dimunculkan untuk membedakan tokoh protagonis dan antagonis.

Tokoh bawahan sangat diperlukan untuk menunjang atau mendukung tokoh utama. Tokoh semacam ini sering disebut tokoh andalan. Untuk menyampaikan pikiran dan perasaan tokoh utama, tidak perlu selalu menggunakan monolog tokoh utama.

Tokoh bawahan ini dibedakan atas tokohh datar dan tokoh bulat. Tokoh datar bersifat statis, watakny sedikit sekali berubah bahkan tidak berubah sama sekali.

Tokoh bulat disebut juga tokoh kompleks.  Tokoh ini mampu memberikan kejutan dengan perubahan-perubahan wataknya.

Seorang pengarang  untuk menentuka tokoh dan penokohan menggunakan metode langsung dan metode tak langsung. Metode langsung adalah metode yang digunakan untuk memaparkan watak tokohnya, memberi komentar tentang watak tokoh tersebut.

Apresiasi prosa Indonesia

Kata apresiasi secara harfiah berarti‘penghargaan’ terhadap suatu objek, hal, kejadian, atau pun peristiwa. Apresiasi itu berarti memberi penghargaan dengan sebaik-baiknya dan seobjektif mungkin terhadap karya sastra khususnya prosa itu

Penghargaan yang seobjektif mungkin, artinya penghargaan itu dilakukan setelah karya sastra itu kita baca, kita telaah unsur-unsur pembentuknya, dan kita tafsirkan berdasarkan wawasan dan visi kita terhadap karya sastra itu.

Dalam apresiasi dengan tujuan memberikan penghargaan terhadap karya prosa itu, kita haruslah bisa “membongkar” dan menerangjelaskan hal-hal yang berkenaan dengan ukuran keindahan dan “kelebihan” karya prosa itu. Dengan demikian, penghargaan yang diberikan dapat diharapkan bersifat tepat dan objektif.

Apresiasi dapat dilakukan melalui beberapa tahap kegiatan. Tahap-tahap itu yakni:

}  Tahap penikmatan atau menyenangi. Tindakan operasionalnya pada tahap ini
misalnya membaca karya sastra (puisi maupun novel}, menghadiri acara deklamasi, dan sebagainya.

}  Tahap penghargaan. Tindakan operasionalnya, antara lain, melihat kebaikan, nilai, atau manfaat suatu karya sastrahususny khususnya prosa, dan merasakan pengaruh suatu karya ke dalam jiwa, dan sebagainya.

}  Tahap penghayatan. Tindakan operasionalnya adalah menganalisis lebih lanjut akan suatu karya, mencari hakikat atau makna suatu karya beserta argumentasinya; membuat tafsiran dan menyusun pendapat berdasarkan analisis yang telah dibuat.

}  Tahap penerapan. Tindakan operasionalnya adalah melahirkan ide baru, mengamalkan penemuan, atau mendayagunakan hasil operasi dalam mencapai material, moral, dan struktural untuk kepentingan sosial, politik, dan budaya.

Pembelajaran apresiasi dimulai dengan

(a) guru memilih bahasa yang cocok, mempelajari dulu,

(b) menyuruh siswa membaca dengan baik,

(c ) membimbing siswa untuk menelaah unsur-unsur prosa tersebut,dan

(d) meminta siswa menyusun laporan tentang   karya yang dibacam dengan   bimbingan guru.

Karya prosa modern Indonesia dimulai dari buku-buku terbitan Balai Pustaka seperti Si Jamin dan Si Johan, Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Saiah PiHhj Sengsara MembawaNikmat, dan sebagainya.

Di luar Balai Pustaka sebenarnya ada pula buku-buku cerita yang diterbitkan; tetapi karena bahasanya “kurang terpelihara”, maka sering tidak dianggap atau tidak dibicarakan sebagai karya sastra Indonesia.

Prosa-prosa produk zaman Balai Pustaka kebanyakan karya mengangkat persoalan adat sebagai tema dan belum mengangkat masalah sosial budaya.

Oleh karena itu, konflik-konflik yang terjadi hanyalah seputar pertentangan golongan yang mempertahankan adat dengan golongan yang ingin meninggalkan adat karena dianggap mengekang kebebasan dan kemajuan.

Zaman Balai Pustaka dilanjutkan oleh yang disebut Angkatan Pujangga Baru.

Prosa pada angkatan ini sudah tidak banyak lagi bertemakan adat atau pertentangan adat tetapi sudah mengangkat juga persoalan sosial seperti dalam roman Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana yang mengangkat masalah emansipasi wanita; novel Belenggu karya Armyn pane yang mengangkat masalah kehidupan sosial seorang dokter, istrinya, dan seorang pasien wanita.

Zaman Jepang (1940-1945) adalah zaman susah akibat perang Asia Timur Raya dan pendudukan tentara Jepang atas Indonesia.

Pada masa ini karya sastra kebanyakan berupa puisi yang bersifat simbolis karena tidak berani berterang-terangan, takut akan ancaman kompeni Jepang.

Prosa yang muncul hanyalah berupa corat-caret, sketsa, dan kisah-kisah pendek dari pengarang Idrus. Itu pun baru diumumkan setelah Jepang kalah perang. Judul-judul prosanya antara lain “Corat-Caret di bawah Tanah”. “Kota harmoni”, Sanyo”, “Oh..oh”, dan “Aki”.

Setelah Jepang pergi pada tahun 1945, dan negeri kita diamuk suasana revolusi sejumlah karya prosa muncul. Pada 1948 terbit karya Idrus yakni kumpulan cerita pendek yang dimulai dengan cerpen “Ave Maria” dan berakhir dengan cerpen “Jalan lain ke Roma”

Namun, didalam buku itu pun ada naskah drama yang berjudul “Kejahatan Membahas dendam”.

Pengarang lain adalah Pramudya Ananta Tur yang dalam prosa-prosanya banyak melukiskan kedahsyatan revolusi Indonesia.

Karyanya antara lain Keluarga Gerilya (novel), Mereka yang Dilumpuhkan (novel), Percikan Revolusi/kumpulan (cerpen), Perburuan (novel), Subuh (novel), dan Di Tepi Kali Bekasi (novel).

Novel lain yang muncul pada masa revolusi adalah Atheis karangan Achdiat Karta Mihardja, Tidak Ada Esok dan Jalan Tak ada Ujung karangan Mochtar Lubis.

Revolusi berakhir pada akhir Desember 1949 dan Indonesia secara de facto dan de yure menjadi negara merdeka.

Namun, pada awal kemerdekaan ini kegiatan sastra tampaknya lebih banyak pada karya puisi dan cerita pendek.

Banyak pengarang muncul bersama cerpennya yang dipublikasikan dalam buku kumpulan cerita pendek.

Karya mereka yang bisa disebutkan di sini antara lain, adalah Terang Bulan Terang di Kali (kumpulan cerpen) dan Nyai Dasima karya S.M. Ardan, Hitam Putin (kumpulan cerpen) karya Mohamad Ali, Robohnya Surau Kami (kumpulan cerpen) karya A.A. Navis, Kawat Berduri karya Trisno Yuwono. Pulang (novel) karya Toha Mochtar, Hati yang Damai dan Dua Dunia karya N.H. Dini, dan Daun Kering karya Trisno Sumardjo.

Sesudah huru-hara G 30S/PKI laluin 1965 khasanah prosa Indonesia tetap didominasi oleh cerpen, meskipun karya novel juga tidak kurang, tetapi lebih banyak pengarang dikenal karena karya cerpennya.

Bentuk prosa yang muncul saat itu antara lain:

}  Harimau-Harimau dan Maut dan Cinta keduanya karya Mochtar Lubis,

}  Jalan Terbuka karya Ali Audah, Sepi Terasing karya Aoh K. Hadimadja;

}  Tidak Menyerah, Lentera Sepi, Kubah, dan Bawuk, keempatnya karya Umar Kliayam,

}   Burung-Burung Manyar karya Y.B. Mangunwijaya,

}  Kalah dan Menang karya Sutan takdir Alisyahbana,

}  Telegram karya Putu Wijaya,

}  Pada Sebuah Kapal karya N.H. Dini,

}  Ziarah dan Merahnya Merah keduanya karya Iwan Simatupang,

}  Karmila karya Marga T,

}  Wajah-Wajah Cinta karya La Rose; dan sejumlah novel lainnya.

DRAMA

Drama adalah Karya sastra yang mengungkapkan cerita melalui dialog-dialog para tokohnya. Drama dapat dikelompokkan atas dua jenis:

v  Drama prosa: dialog drama yang menggunakan bahasa prosa.

v  Drama puisi: Dialog drama yang menggunakan bahasa puisi dan biasanya lebih menonjol bunyi dan irama bahasanya.

  1. Secara etimologis kata drama berasal dari bahasa Yunani asal katanya “dramoi” artinya menirukan perbuatan yang mengutamakan gerak.
  2. Menurut kamus drama adalah suatu karangan  dalam bentuk prosa atau fiksi yang disajikan dalam dialog atau pantomim. Drama suatu cerita yang mengandung konflik tokoh yang dipentaskan.
  1. 3.Pengertian drama dari segi sastra: Suatu naskah individu yang bernilai sastra dan bersifat “Script oriented” (berorientasi pada bacaan/naskah).
  2. 4.Pengertian drama dari segi teater atau pementasan: Suatu cerita/ kisah kehidupan manusia yang disusun untuk dipertunjukkan oleh para pelaku, melalui perbuatan diatas pentas dan ditonton oleh publik (penonton) dan bersifat “Actor Oriented (Berorientasi pada pelaku).

Unsur-unsur yang Membangun Drama

Sebagai suatu karya literer, drama mempunyai unsur pembangun, yakni:

1. Premise: Tema atau ide sebuah cerita yang menjadi masalah yang dibicarakan dalam naskah drama.

2. Plot/alur: Sambung sinambung peristiwa berdasarkan hubungan sebab akibat (kausalitas) dalam sebuah naskah drama.

3. Perwatakan: Bagaimana tokoh cerita menekankan watak peristiwa-peristiwa yang digambarkan dalam sebuah naskah drama.

4. Dialog: cipta sastra yang disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih.

Sebagai karya non-literer  drama mempunyai unsur pembangun sebagai berikut :

Perlengkapan Segala sesuatu yang diperlukan untuk pementasan drama.Pementasan drama memerlukan :

1. Dekorasi: Penataan tempat pertunjukkan (pentas). Guna menimbulkan suasana/setting cerita drama.

2. Tata Busana : penataan pakaian para pelaku guna membawakan perannya dalam pentas drama.

3. Tata Rias: Pentaan wajah pemain/lakon untuk mempertengah karakter lakon yang diperankan dalam pentas drama.

4. Tata lampu: pengaturan cahaya untuk memberikan tambahan suasana dalam membuat adegan drama.

5. Tata musik: pengaturan ilustrasi musik guna menimbulkan suasana cerita drama.

6. Aktor: Manusia-manusia buatan pengarang yang memerankan watak dalam naskah drama.

7. Tempat Pertunjukan (Pentas): Tempat pertunjukan/pentas drama terdiri beberapa bagian yaitu:

a)      Auditorium: Tempat penonton menyaksikan pertunjukan drama.

b)      Orkestra: Tempat rombongan memberikan ilustrasi hasil.

c)      Stage: Tempat pertunjukan berlangsung yang terletak didepan okestra.

d)     Skene: Tempat para pemain bertukar pakaian yang terletak dibelakang panggung.

e)      Procenium: Bagian depan lagi dari Stage

Drama mempunyai 2 dimensi, yakni:

  1. Drama sebagai seni sastra
  2. Drama sebagai seni pentas

Prosedur pembelajaran drama sebagai seni sastra:

v Pelacakan

v Pendahuluan

v Penentuan Sikap Praktis

v Introduksi

v Penyajian

v Diskusi

v Pengukuhan

Proses Pementasan Drama:

  • Pengantar
  • Pemilihan naskah
  • Penentuan pemain
  • Latihan dasar drama, meliputi: latihan gerak, latihan suara dan latihan akting
  •  Pementasan dan Evaluasi

Penonton

Penonton merupakan unsur yang turut menentukan pementasan drama. Drama tidak akan berarti apa-apa bila tidak disaksikan oleh penonton.

JAWABAN DAN MID SINTAKSIS


Nama : Kawirian

Kelas : IV B

NPM : 1100888201051

  1. Apa perbedaan frase dengan kata majemuk?

Berikan 3 contoh masing-masing.

Jawab:

-          Frasa adalah kumpulan kata nonpredikatif. Artinya frasa tidak memiliki predikat dalam strukturnya. Itu yang membedakan frasa dari klausa dan kalimat. Sedangkan,

Contoh: ayam hitam saya, rumah itu besar, dan pintar otak saya

-          Kata majemuk adalah gabungan dua buah morfem dasar atau lebih yang mengandung satu pengertian baru. Kata majemuk tidak menonjolkan arti tiap kata. tetapi gabungan kata itu secara bersama-sama membentuk suatu makna atau arti baru.

Contoh: Meja makan, sapu tangan, dan kapal terbang.

  1. Jelaskan :
    1. Perbedaan frasa endosentris dan frasa eksosentris.
    2. Frasa endosentris bersumbu satu.
    3. Frasa endosentris bersumbu banyak.
    4. Frasa endosentris terbagi atas frase endosentris koordinatif dan frase endosentris apositif.

Berikan masing-masing 3 contoh!

Jawab:

  1. Frasa Endosentris dan Frasa Eksosentris

Frasa endosentris merupakan frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsur-unsurnya maupun salah satu unsurnya (Ramlan, 1986:146). Sedangkan, frasa eksosentris ialah frasa yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan semua unsurnya (Ramlan, 1986:146).

Contoh :

  1. Frasa Endosentris :

-       Sejumlah mahasiswa di teras.

-       Bola di tendang oleh si Udin.

-       Buku sejarah itu baru terbit.

  1. Frasa Eksosentris :

-       Ia pergi ke Bandung bersama ayah.

-       Ia pergi ke sekolah tanpa pamit kepada ayah.

-       Ia bekerja sebagai guru.

  1. Frasa endosentris bersumbu satu.

Frasa endosentris bersumbu satu, dapat dibedakan menjadi frasa nominal, frasa pronominal, frasa verbal, frasa ajektival, dan frasa numeral.

Contoh :

  1. Frasa endosentris bersumbu banyak

Farasa endosentris bersumbu jamak terdiri atas farasa koordinatif dan frasa apositif.

Contoh :

  1. Perbedaan antara Frasa endosentris koordinatif dan frase endosentris apositif.

-       Frasa endosentris koordinatif

Menurut Oscar (1993), frasa endosentris koordinatif adalah frasa yang intinya mempunyai referensi yang berbeda-beda. Frase ini terdiri atas unsur-unsur yang setara dan kesetaraannya terlihat dari kemungkinan unsur-unsur tersebut itu dihubungkan oleh kata sambung dan atau atau.

Contoh :

  1. Paman dan bibi sudah lama tidak megunjungi kami.
  2. Kerbau, lembu, dan kambing adalah hewan piaraan.
  3. Siapa yang harus pergi, saya atau Anda?

-       Frase endosentris apositif

Frasa endosenttris apositif merupakan frasa yang berinti dua dan kedua inti itu tidak mempunyai referen yang sama, sehingga kedua inti tersebut tidak dapat dihubungkan oleh konektor (Ba’dulu 2005:59).

Contoh :

  1. Yogya, kota pelajar
  2. Indonesia, tanah airku
  3. Bapak Soeharto, Presiden RI
  1. Jelaskan :
    1. Klausa dapat dibagi mnejaedi klausa bebas dan klausa terikat. Beri 3 contoh masing-masing!
    2. Buatlah lima buah contoh klausa verbal yang intransitif.
    3. Buatlah lima buah contoh klausa verbal yang transitif.
    4. Hubungan antar klausa berdasarkan waktu terbagi menjadi 4 jenis. Sebutkan dan beri 2 contoh!

Jawab :

  1. Klausa dapat dibagi mnejaedi klausa bebas dan klausa terikat

-       Klausa bebas ialah klausa yang boleh berdiri dengan sendiri dan apabila diucapkan dengan intonasi yang sempurna, klausa bebas ini akan menjadi ayat yang lengkap.

Contoh :

  1. Ahmad menari.
  2. Dia lulus dalam ujian
  3. Robert memenangkan kejuaraan.

-       Klausa terikat adalah klausa yang memiliki struktur yang tidak lengkap. Dengan kata lain, klausa jenis ini tidak memiliki subyek sekaligus predikat. Karena itu, klausa jenis ini selalu terikat dengan klausa yang lain dan tidak pernah bisa menjadi kalimat mayor.

-       Contoh:

  1. Besok sore. (Jawaban untuk kalimat “Kapan kamu berangkat?”)
  2. Ketika hujan turun, bukit itu longsor.
  3. Ketika senja datang, langit pun mulai menghitam.
  4. Contoh klausa verba yang intrasitif
  5. nenek menangis
  6. adik melompat-lompat
  7. rio berlari
  8. lina memanjat
  9. dia bersiap-siap
    1. Contoh klausa verba yang transitif
      1. nenek menulis surat
      2. kakek membaca buku silat
      3. melly menyanyikan sebuah lagu
      4. siti membuat kue
      5. ibu mengambil buah di pohon
      6. Hubungan natar klausa berdasarkan waktu terbagi menjadi 4 jenis.
      7. Waktu batas permulaan

Waktubatas permulaan ditandai oleh kata penghubung sejak atau sedari, seperti

  1. Sejak kecil saya memang sudah menulis apa-apa yang saya alami dalam hidup sehari.
  2. Kamu terbiasa hidup sederhana sedari kami masih baru saja menikah.
  3. Waktu bersama

Waktu bersamaan ditandai oleh kata penghubung ketika, pada waktu, (se) waktu, seraya, serta, sampai, sementara, selagi, selama, dan tatkala. Seperti,

  1. Mereka datang ketika kami sedang duduk-duduk di teras rumah sore hari.
  2. Untunglah kebakaran itu terjadi sewaktu turun hujan yang sangat lebat.
  3. Waktu berurutan

Waktu berurutan ditandai oleh kata penghubung sebelum, sehabis, setelah, sesudah, seusai dan begitu. Seperti

  1. Sesudah pulang sekolah, dia membantu orang tuanya bekerja di lading.
  2. Sebelum tamat belajar, saya pun ingin pulang untuk turut membangun desa.
  3. Waktu batas akhir

Waktu batas akhir digunakan untuk menyatakan akhir atau ujung suatu proses. Waktu batas akhir ditandai oleh kata penghubung sampai dan kepada.

  1. Aku harus belajar dan berjuang keras sampai cita-citaku tercapai.
  2. Kita harus mempertahankan negeri ini hingga akhir zaman.
  1. Sebutkan:
    1. Sebutkan unsur-unsur kalimat berdasarkan fungsi. Beri dua contoh!
    2. Sebutkan pembagian kalimat berdasarkan bentuknya. Beri tiga contoh!
    3. Kalimat majemuk setara terdiri atas tiga macam. Sebutkan dan berikan contoh-contohnya!

Jawab :

  1. Unsur-unsur kalimat berdasarkan fungsi.
    1. Fungsi Subjek

Contoh:

1)      Jalanya, Akhir –nya di sini mengatakan kata benda, meskipun kata benda itu menyatakan suatu kerja.

2)      Berperang, Artinya hal perang, dianggap sebagai kata benda.

  1. Fungsi Predikat

Contoh:

1)      Penunjuk aspek : sudah, sedang, akan, yang selalu ada didepan predikat.

2)      Kata kerja bantu : boleh, harus, dapat.

3)      Kata petunjuk modal : mungkin, seharusnya, jangan-jangan.

4)      Beberapa ketengan lain : tidak, bukan, justru, memang, yang terletak diantara S, dan P, dan

5)      Kata kerja kopula : ialah, adalah, merupakan, menjadi. Biasanya kata ini digunakan merangkaikan predikat nomina dengan S-nya, khusus FB-FB (Frase Benda-Frase Benda).

  1. Fungsi Objek

Contoh :

1)      Pembantu membersihkan ruangan saya.

2)      Ruangan saya dibersihkan oleh pembantu.

  1. Fungsi Pelengkap

Contoh:

1)      .(nothing)

2)      .(nothing)

  1. Fungsi Keterangan

Contoh :

1)      Dia tidur dikamar depan

2)      Mereka sedang belajar bahasa indonesia sekarang

  1. Jenis kalimat berdasarkan bentuk
  2. Kalimat deklaratif

Kalimat ini disebut juga dengan kalimat berita. Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. Umumnya mendorong orang untuk memberikan tanggapan.

-       Macam-macam kalimat berita :

  1. Kalimat berita kepastian

Contoh : Ani pasti datang ke acara perpisahan ini.

  1. Kalimat berita pengingkaran

Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu.

  1. Kalimat berita kesangsian

Contoh : Mereka mungkin akan tiba nanti malam.

  1. Kalimat berita bentuk lainnya

Contoh : Kami tidak tahu mengapa dia datang terlambat.

  1. Kalimat imperatif

Kalimat ini disebut juga dengan kalimat perintah atau permintaan. Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Biasanya diakhiri dengan tanda seru (!). Dalam bentuk lisan, kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi.

-       Macam-macam kalimat perintah

  1. Kalimat perintah biasa, ditandai dengan partikel lah.

Contoh : tutuplah jendela itu !

  1. Kalimat larangan, ditandai dengan penggunaan kata jangan.

Contoh : Jangan merokok di tempat umum !

  1. Kalimat ajakan, ditandai dengan kata mohon, tolong, silahkan.

Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah !

  1. Kalimat interogatif

Kalimat ini disebut judga dengan kalimat tanya atau juga disebut kalimat yang berisi interogasi. Kalimat Tanya. Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang sehingga diperoleh jawaban tentang suatu masalah. Biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). Secara lisan, kalimat tanya ditandai dengan intonasi yang rendah.

Contoh :

1)      Apakah kamu sakit ?

2)      Siapa yang membeli buku ini ?

  1. Macam-macam kalimat majemuk setara.
    1. Kalimat setara sejajar atau menggabungkan.

Contoh : Ia menanam bunga dan rajin menyiraminya.

  1. Kalimat setara berlawanan atau mempertentangkan.

Contoh : Andi tidak menulis surat, tetapi hanya menggambar saja.

  1. Kalimat setara sebab-akibat.

Contoh : Penduduk Kota Yogyakarta panik karena ada gempa bumi.

  1. Jelaskan:
    1. Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif?
    2. Kalimat efektif harus memiliki :

-       Syarat keparalelan

-       Syarat kehematan

-       Syarat kesepadanan

-       Syarat kelogisan

Beserta satu contoh!

Jawab :

  1. Kalimat efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya di dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

  1. Kalimat afektif harus memiliki :

-          Syarat Keparalelan

Yang  dimaksud  keparalelan  adalah  kesamaan  bentuk  kata  yang digunakan  dalam  kalimat  itu.  Artinya,  kalau  bentuk  pertama menggunakan  kata  benda  (nomina),  bentuk  kedua  dan  seterusnya   juga harus  menggunakan  kata  benda  (nomina).  Kalau  bentuk  pertama menggunakan kata  kerja  (verba),  bentuk  kedua  dan  seterusnya   juga menggunakan  kata kerja (verba).

Contoh:

Apabila pelaksanaan pembangunan  lima  tahun kita  jadikan  titik tolak,  maka  menonjollah  beberapa  masalah  pokok  yang  minta perhatian  dan  pemecahan.  Reorganisasi  administrasi  departemen-departemen. Ini yang pertama. Masalah pokok yang lain  yang  menonjol  ialah  penghentian  pemborosan  dan penyelewengan. Ketiga  karena masalah  pembangunan  ekonomi yang  kita  jadikan  titik  tolak,   maka  kita  ingin  juga mengemukakan  faktor  lain.  Yaitu  bagaimana  memobilisir potensi  nasioal   secara  maksimal  dalam  pembangunan  ini.

-          Syarat Kehematan

Yang  dimaksud  kehematan  dalam kalimat  efektif  ialah  hemat menggunakan  kata,  frasa,  atau bentuk  lain  yang  dianggap  tidak  perlu. Kehematan  tidak  berarti  harus menghilangkan  kata-kata  yang  dapat menambah  kejelasan  kalimat.  Penghematan  di  sini  mempunyai  arti penghematan  terhadap kata  yang memang  tidak diperlukan,  sejauh  tidak menyalahi kaidah tata bahasa.

Contoh: Lukisan itu indah. Lukisan itu akan saya beli.

-          Syarat Kesepadanan

Yang  dimaksud  kesepadanan  ialah  keseimbangan  antara  pikiran (gagasan)  dan  struktur  bahasa  yang  dipakai.  Kesepadanan  kalimat  ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan  yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.

Contoh:

-          Syarat Kelogisan

Yang  dimaksud    dengan  kelogisan  ialah  ide  kalimat  itu  dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan kaidah yang berlaku. Kelogisan  berhubungan  dengan  penalaran,  yaitu  proses  berpikir untuk  menghubung-hubungkan  fakta  yang  ada  sehin gga  sampai  pada suatu  simpulan.  Dengan  perkataan  lain,  penalaran  (reasoning)  ialah proses mengambil simpulan  (conclicusion, interference) dan bahan bukti atau  petunjuk  (evidence)  ataupun  yang  dianggap  bahan bukti  atau petunjuk (Moeliono, 1988: 124—125)

Contoh:

Mayat wanita  yang  di temukan  itu  sebelumnya  sering mondar-mandir di  daerah tersebut.

Soal dan Jawaban Telaah Kurikulum dan Buku Teks


  1. Mengapa kurikulum menentukan kualitas pendidikan?

Jawab:

Menurut saya, kurikulum merupakan suatu kelengkapan sekolah untuk menunjukkan sesuatu kepada masayarakat bahwa sekolah tersebut memiliki identitas agar sekolah tersebut dinilai baik. Dan juga kurikulum di rancang dan disusun sebagai alat ukur siswa untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, agar dapat mengetahui sampai dimana batas kemampuan pengetahuan siswa dalam suatu pembelajaran.

Pendidikan merupakan aspek terpenting dalam kehidupan, karena melalui pendidikan manusia dapat tumbuh dan berkembang sehingga siap melaksanakan tugas sebagai manusia seutuhnya untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan. Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas pula.

Kualitas secara sederhana berarti kesetaraan penilaian masyarakat umum secara objektif terhadap suatu input, proses dan output yang terjadi didalamnya. Kualitas bersifat dinamis, yaitu selalu mengalami perubahan, baik berupa peningkatan atau penurunan. Kualitas pendidikan ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kurikulum, guru atau tenaga pengajar, fasilitas, dan sumber belajar. Ada beberapa faktor, yaitu :

  1. Kurikulum.

Kurikulum yang sering berganti-ganti berdampak negatif terhadap dunia pendidikan, terlebih pada peserta didik. Belum sampai kita memahami dan memenuhi satu kurikulum yang ditentukan oleh pusat, sudah berganti dengan kurikulum yang baru, hal ini menimbulkan ketidakstabilan bahkan kekacauan dalam sistem pendidikan. Kurikulum seharusnya dibuat secara konsisten dan efisien.

  1. Guru atau tenaga pengajar.

Profesionalisme guru menentukan kualitas pendidikan. Profesional merupakan standar dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan kemampuan dalam mentransfer ilmu tersebut kepada peserta didik berlandaskan moral yang baik. Guru yang profesional harus mampu mengantarkan anak didiknya menjadi manusia yang berilmu dan bermoral.

Menurut Undang-undang No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 ayat (1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan memiliki dan membentuk karakteristik dan moral yang baik pada siswa. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.

  1. Fasilitas.

Fasilitas pendidikan seperti perpustakaan, laboratorium, ruangan belajar yang memadai, suasana belajar yang mendukung, media pembelajaran, komputer, internet dan segala sesuatu yang menyangkut sarana dan prasarana pendidikan akan sangat mempengaruhi kualitas pendidikan.

  1. Sumber belajar.

Sumber belajar di era globalisasi saat ini sangat luas dan tak terbatas. Selain buku pelajaran, segala informasi dapat kita dapat dari internet, tentu saja dengan penggunaan yang tepat sesuai etika. Dalam hal ini yang terpenting adalah menumbuhkan minat membaca kepada anak didik oleh guru maupun orang tua. Buku pelajaran yang mudah dipahami dan memberikan banyak informasi secara tepat adalah buku yang sebaiknya dikonsumsi oleh peserta didik. Peserta didik sebaiknya dikenalkan dengan internet sejak dini tetapi dengan batasan-batasan tertentu yang dalam hal ini diperlukan pengawasan dari orangtua.

Jadi, pendidikan yang berkualitas berarti pendidikan yang memenuhi faktor faktor tersebut, dimana diperlukan suatu sistem dalam mengatur pelaksanaan pendidikan meliputi input, proses dan output, sehingga menghasilkan peserta didik yang berkualitas, baik secara pengetahuan maupun moral.

     2.  Apa fungsi kurikulum dalam proses pendidikan?

Jawab :

Kurikulum dalam pendidikan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

  1. Fungsi kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendididkan Fungsi kurikulum dalam pendidikan tidak lain merupakan alat untuk mencapai tujuan pendididkan.dalam hal ini, alat untuk menempa manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pendidikan suatu bangsa dengan bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan Negara mempunyai filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai segi, baik segi agama, idiologi, kebudayaan, maupun kebutuhan Negara itu sendiri. Dsdengan demikian, dinegara kita tidak sama dengan Negara-negara lain, untuk itu, maka:

1)   Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional,

2)   Kuriulum merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan-tujuan itu,

3)   Kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

  1. Fungsi Kurikulum Bagi Sekolah yang Bersangkutan Kurikulum Bagi Sekolah yang Bersangkutan mempunyai fungsi sebagai berikut:

1)   Sebagai alat mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.

2)   Sebagai pedoman mengatur segala kegiatan sehari-hari di sekolah tersebut, fungsi ini meliputi:

  1. Jenis program pendidikan yang harus dilaksanakan
  2. Cara menyelenggarakan setiap jenis program pendidikan
  3. Orang yang bertanggung jawab dan melaksanakan program pendidikan.
  4. Fungsi kurikulum yang ada di atasnya

1)   Fungsi Kesinambungan Sekolah pada tingkat atasnya harus mengetahui kurikulum yang dipergunakan pada tingkat bawahnya sehingga dapat menyesuaikan kurikulm yang diselenggarakannya.

2)   Fungsi Peniapan Tenaga Bilamana sekolah tertentu diberi wewenang mempersiapkan tenaga guru bagi sekolah yang memerlukan tenaga guru tadi, baik mengenai isi, organisasi, maupun cara mengajar.

  1. Fungsi Kurikulum Bagi Guru Guru tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kurikulum sesuai dengan kurikulum yang berlaku, tetapi juga sebagai pengembanga kurikulum dalam rangaka pelaksanaan kurikulum tersebut.
  2. Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah Bagi kepala sekolah, kurikulum merupakan barometer atau alat pengukur keberhasilanprogram pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah dituntut untuk menguasai dan mengontrol, apakah kcegiatan proses pendidikan yang dilaksanakan itu berpijak pada kurikulum yang berlaku.
  3. Fungsi Kurikulum Bagi Pengawas (supervisor) Bagi para pengawas, fungsi kurikulum dapat dijadikan sebagai pedoman, patokan, atau ukuran dan menetapkan bagaimana yang memerlukan penyempurnaan atau perbaikan dalam usaha pelaksanaan kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan.
  4. Fungsi Kurikulum Bagi Masyarakat Melalui kurikulum sekolah yang bersangkutan, masyarakat bisa mengetahui apakah pengetahuan, sikap, dan nilaiserta keterampilan yang dibutuhkannya relevan atau tidak dengan kuri-kulum suatu sekolah.
  5. Fungsi Kurikulum Bagi Pemakai Lulusan Instansi atau perusahaan yang memper-gunakan tenaga kerja yang baik dalamarti kuantitas dan kualitas agar dapat meningkatkan produk-tivitas.

   3.  Mengapa dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum harus berlandaskan asa filosofis, asas psikologi belajar, asas psikologi anak dan asas sosiologi.

Jawab:

Sebelum menjelaskan mengapa pengembangan kurikulum harus berlandaskan asas filosofis, asas psikologi belajar, asas psikologi anak dan asas sosiologis. Sebaiknya saya menjelaskan apa asas-asas yang akan dijelaskan diatas.

Pada prinsipnya, asas-asas tersebut harus dijadikan dasar dalam setiap pengembangan kurikulum, yaitu :

  1. Asas filosofis, yaitu asumsi-asumsi tentang hakikat realitas, hakikatmanusia, hakikat pengetahuan, dan hakikat nilai yang menjadi titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Asumsi-asumsi filosofis tersebut berimplikasi padda perumusan tujuan pendidikan, pengembangan isi atau materi pendidikan, penentuan strategi, serta pada peranan peserta didik dan peranan pendidik.
  2. Asas  psikologis belajar, adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari psikologi yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Ada dua jenis psikologi yang harus yang harus menjadi acuan, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan proses dan karakteristik perkembangan peserta didik sebagai subjek pendidikan, sedangkan psikologi belajar mempelajari tingkah laku peserta didik dalam situasi belajar. Ada 3 jenis teori belajar yang mempunyai pengaruh besar dalam mengembangkan kurikulum, yaitu teori belajar kognitif, behavioristik, dan humanistic.
  3. Asas psikologi anak, yaitu dalam hubungannnya dengan proses belajar mengajar (pendidikan), syamsu Yusuf (2005:23), menegaskan bahwa penahapan perkembangan yang digunakan sebaiknya  bersifat elektif, artinya tidak terpaku pada suatu pendapat saja, tetapi bersifat luas untuk meramu dari berbagai pendapat yang mempunyai hubungan erat. Setiap tahap perkembangan memiliki karakterisitk terseb=ndiri, karena ada dimensi-dimensi perkembagan tertentu yang lebih dominan dibandingkan dengan tahap perkembagan lainnya. Atas dasar itu kita dapat memahami karakterisitik profil pada setiap tahapan perkembangannya. Syamsu yusuf (2005:25) menguraikan karakteristik tahap-tahap perkembagan individu, yaitu masa usia prasekolah, masa usia sekolah dasar, masa usia sekolah menengah.
  4. Asas sosiologis, yaitu asumsi-asumsi yang berasal dari sosiologi yang dijadikan titik tolak dalam pengembangan kurikulum. Dipandang dari sosiologi, pendidikan adalah proses mempersiapkan individu agar menjadi warga masyarakat yang diharapkan, pendidikan adalah proses sosialsasi, dan berdasarkan pandangan antropologi, pendidikan adalah “enkuturasi” atau pembudayaan.

Jadi kesimpulannya, bahwa asas-asas yang telah dijelaskan diatas, sangat erat kaitannya dengan pengembangan kurikulum karena asas-asas yang telah dijelaskan diatas berasal dari masayarakat, mendapatkan pendidikan baik formal, maupun nonformal dalam lingkungan masyrakat, dan diarahkan agar mampu terjun dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu kehidupan masyrakat dan budaya dengan segala karakteristiknya harus menjadi landasan dan titik tolak dalam melaksanankan pendidikan.

   4.   Jelaskanlah hubungan komponen-komponen kurikulum.

Jawab:

IMG_0132

Bagan tersebut menggambarkan bahwa sistem kurikulum terbentuk oelh emapt komponen, yaitu: komponen tujuan, isi kurikulum, metode atau strategi pencapaian tujuan, dan komponen evaluasi.

  1. Komponen tujuan, ini berhubungan dengan arah atau hasil yang dihrapkan dalam skala makro, rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau sistem nilai yang dianut oleh masyrakat yang dicita-citakan. Misalkan, filsafat atau sistem nilai yang dianut masyrakat indonedia adalah pancasila, maka tujuan yang diharapkan tercapai oelh suatu kurikulum adalah terbentuknya masyrakat yang pancasilais.
  2. Komponen isi kurikulum, merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulm itu menyangkut semua aspek baik yang berhbungan dengan p-engetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan mapun aktivitas dan kegitan siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapi tujuan yang ditentukan.
  3. Komponen atau strategi pencapaian tujuan, merupakan komponen yang memiliki peran yang sangat penting, sebab berhubungan dengan implementasi kurikulum. Bagaimanapun bagus dan idealnya tujuan yang harus dicapai tanpa strategi yang tepat untuk mencapainya, maka tujuan itu tidak mungkin dapat dicapai. Strategi meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu.
  4. Komponen evaluasi, merupakan proses yang tidak pernah berakhir (olive, 1988). Proses tersebut meliputi perencanaan, implementasi dan evaluasi. Merujuk pada pendapat tersebut, maka evaluasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pengembangan kurikulum. Evealuasi merupakan komponen untuk melihat efektifitas pencapaian tujuan. Dalam konteks kurikulum, evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, atau evaluasi digunakan sebgai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan.

   5.   Ada berbagai model pengembangan kurikulum menurut sendiri, model manakah yang lebih baik. Jelaskan!

Jawab:

Dari ketujuh model yang telah dipaparkan, model yang lebih baik adalah model Beauchamp, karena konsep ini berkembang sejalan dengan  perkembangan teori dan praktik pendidikan, juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya.

Dalam sukmadinata (2005:5), beauchamp mengatakan: a curriculum is a written document which may contain many ingredients, but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school. Selanjutnya Beauchamp (1976) mendefinisikan teori kurikulum sebagai: … a set of related statement that gives meaning to a schools curriculum  by pointing up the relationships among its elements and by directing its development, its use, and its evaluation. (sukmadinata, 2005:6). Dan beauchamp (1975) menggambarkan: … (1) the choice of arena for curriculum decision making, (2) the selection and involvement of person in curriculum planning, (4) actual writing of a curriculum, (5) implementing the curriculum, (6) evaluation the curriculum, and (7) providing for feedback and modification of the curriculum.; (sukmadinata, 2005:7)

Kelemahan padda model-model yang lain, yaitu:

  1. Model Ralph tyler, yaitu model yang telah dikembangkan olehnya itu di sajikan dalam bentuk yang usdah umum. Karena ketika membaca medel yang telah dipaparkannya saja, pastilah itu yang untuk dikembangkan dalam sebuah kurikulum.
  2. Model administrative, yaitu model yang telah disajikan itu langkah-langkahnya memang  termasuk kedalam dalam sebuah pembuatan kurikulum. Dan  juga model ini termasuk kedalam prinsip-prinsip k=pengembangan kurikulum.
  3. Model demonstrasi, yaitu langkah-langkah dalam model ini begitu rumit untuk dilakukan. Karena idenya saja berasal dari bawah (grass roots)
  4. Model Miller-Seller, yaitu sama dengan model Ralph Tyler, karena model ini sudah begitu umum dan termasuk juga dalam pengembangan kurikulum
  5. Model taba, yaitu model yang tidak semenarik model-model lain. Dikarenakan model ini modifikasi dari model Ralph tyler. Tetapi modifikasinya hanya pada penekanan terutama peusatan perhatian guru.

KUMPULAN PUISI KAWIRIAN


KEJAMNYA DUNIA

Kulangkahkan kaki yang rentan ini

Demi menafkahi batin ini

Hari demi hari ku lalui

Tanpa ada yang mengasihi

Sinisnya hari menyapa ku

Tanpa ada rasa ragu

Ku coba bentangkan hati ku

Demi hidupku yang rusuh

Ohh…

Betapa kejamnya dunia

Menjadikan hidup ku sia-sia

Inginnya aku hidup seperti mereka

Dengan hidupnya bercahaya

               Jambi, 13 September 2011

IBU

Ibu…

Tanpamu aku bagaikan

Debu  yang berserakan

dijalanan

Ibu…

Tanpamu aku seperti

Tidak mempunyai tongkat

Untuk berpegangan

Ibu…

Kau pelita hidupku

Kau tujuan hidupku

Dan kau segalanya bagi ku

Setiap hari…

Aku slalu mendoakan mu di sana

Karena aku takut kehilanganmu

Ibu…

Yang aku pinta darimu

Cuma satu yaitu

Ku ingin berada di sampingmu

Selamanya…

        Jambi, 04 Desember 2011

SULTAN THAHA

Bertahun-tahun yang lalu

Kau seperti mengguncangkan dunia

Engkau berjuang mati-matian

Demi menyelamatkan kota kelahiran

Dengan kerendahan hati

Kau slalu saja hormat kepada rakyat biasa

Walaupun kau seorang bangsawan

Di mata rakyatmu

dengan segala cara

kau tumpahkan tinta jiwamu hanya untuk melawan perampok bangsa

tanpa ada sedikitpun darah yang mengalir di tubuh kebangsawananmu

tidak hanya itu!

Engkau melawan musuhmu yang kami sebut perampok bangsa itu

Sama sekali tidak menggunakan senjata

Melainkan akal dan fikiran sebagai serdadu bagimu.

Kini kulitmu melempem dan berbau tanah

Tapi jiwamu masih seperti dulu

Yang kuat seperti emas batangan

Tanggal 26 April 1904, Dunia menangis besar saat itu

Karena engkau telah tutup usia

Kini engkau telah tiada

Tetapi jiwa dan ragamu akan terus ku simpan dalam jiwa ku

Seorang pahlawan yang abadi untuk ku

Sultan Thaha

        Jambi, 19 Desember 2011

PANTANG MENYERAH

Ku berjalan terus demi meraih cita

Untuk dunia baru di depan mata ku

Tak ada rasa takut akan gelapnya malam

Demi meraih ilmu setinggi langit

Tanpa ilmu aku bagaikan tuna rungu

Tanpa ilmu aku seperti binatang

Dengan ilmu aku bisa memeluk dunia

Karena ilmu aku bisa menyentuh matahari

Aku tetap maju terus pantang mundur

Walau angin topan sekalipun menghalangiku

Demi ilmu aku rela terbakar

Demi ilmu aku rela mati

Untuk itu,  aku harus bisa

Semoga saja tidak tinggal harapan

Aku hanya ingin seperti mereka

Bisa menuntut ilmu ke negeri cina

             Jambi, 19 Desember 2011

ARTI SAHABAT

Sahabatku

Dulu kita tak mengenal satu sama lain

Bahkan untuk mendekat saja aku seperti ingin menyentuh bara api

Kini kau hadir dalam hidupku

Saat aku membuatmu sedih, marah, kecewa bahkan terluka

Tapi kau tetap membalasnya dengan senyuman

Walaupun aku tetap terus menyakitimu

Kau tetap tidak pernah membalasnya

Saat ku sedih kau slalu hadir

Saat ku butuh kau slalu datang untuk membantu

Kau seperti malaikat buatku

Yang tak pernah absen di hari hari ku

Di saat itulah aku sadar

Kau melebihi segalanya bagi ku

Walaupun kau seorang teman

tapi bagiku kau sangat istimewa

Sahabatku

Ku ingin persahabatan ini tetap abadi

Walaupun dunia ini tak slamanya abadi

Karena ku yakin dirimu dan diriku akan slalu bersama

Selamanya

               Jambi, 19 Desember 2011

TERIMAKASIH GURUKU

 Terimakasih guruku.

Slama ini engkau,

Tidak mengenal lelah dalam memberi ilmu.

Engkau abaikan butiran-butiran keringat yang ada padamu

Demi hanya untuk kami para penyandang cacat ilmu.

Terimaksih guruku.

Slama ini engkau,

Tlah membawa kami ke ladang ilmu.

Menanam benih-benih kemanusiaan.

Padamkan punting-puntung kesombongan

Dan membugarkan perkebunan budi

Lembut menyiram akal pekerti

Tekun menyemai mulia pribadi

Jasa baktimu terhampar pasti.

Guru

Mungkin tanpa engkau,

Kami hanyalah butiran debu

Yang tidak berguna lagi.

Kami hanyalah barang bekas

Yang tidak terpakai lagi

Guru

Yang kami inginkan hanya satu

Tetaplah menjadi bulan

Untuk generasi kami selamanya

               Jambi, 15 Mei 2012

KAU

 Kau adalah anugerah dari Tuhan

Karena kau di lahirkan hanya untuk ku

Kau adalah perempuan idaman

Karena kau sangat mengagumkan untuk ku

Matamu indah

Tanganmu halus

Bibirmu kecil

Aku menyukaimu

Kau memang seorang yang aku cintai

Kau memang seorang yang aku sayangi

Dan aku sangat menyukai dibalik kerudungmu

Karena dibalik kerudungmu tersimpan sebuah hati yang tulus

Tulus untuk mencintaiku

Sama dengan tulusnya aku mencintai dirimu Sofi.

                  Jambi, 27 Desember 2012

KEGELAPAN

Aku terbaring dalam keadaan yang sangat gelap

Di kegelapan itu aku hanya seorang diri

Disisi lain aku sangat takut berada disana

Aku seperti dihantui oleh kegelapan itu sendiri

Aku berfikir apakah aku sedang bermimpi atau sedang tertidur

Aku coba untuk membuka mataku

Tetapi tetap saja aku dalam kegelapan

Aku mencoba untuk mencari sisi terang dalam kegelapan itu

Tapi sama sekali tidak ku temukan

Lalu aku mendengar suara

Bangun! Bangun!

Siapa dia?

Aku langsung tersentak kaget dan sadar

Dan membuka mataku

Dan ternyata yang membangunkanku adalah Kamu.

                Jambi, 27 Desember 2012

LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

Laki-laki berbeda dengan perempuan

Cara berfikir laki-laki berbeda dengan cara berfikir perempuan

Tingkah laku laki-laki berbeda dengan tingkah laku perempuan

Tapi,

Disisi lain ada kesamaan yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan

Kesamaan itu adalah hati

Hati yang membuat keduanya saling mengasihi

Hati juga yang membuat keduanya saling mengerti

Hati juga sama dengan cinta

Karna cinta laki-laki dan perempuan bisa bersama

                   Jambi, 27 Desember 2012

MERAH

 Merah bukan berarti darah

Merah bukan berarti warna

Merah bukan berarti lambang dari keberanian

Merah bukan berarti mawar

Merah bukan berarti bibir, daging, laut, maupun anggur.

Tetapi merah ini adalah merah cinta dan hati.

                 Jambi, 27 Desember 2012

AYUNAN

Halus selembut sutra

Terdiri dari seribu benang yang di rajut

Di gantung seutas tali yang tipis

Berwarna merah muda.

                Kuala Tungkal, 29 Desember 2012

BADAI

 Malam gelap cahaya gelap

Tapi langit terang lalu gelap

Bunyi seperti perut yang lapar

sedang menghentakkan langit diatas sana

awan tidak bisa berlari tapi bisa bersembunyi

langit hitam gelam

awan menghitam

lalu menangis hebat seakan terjadi bencana

daun pepohonan tak bisa lagi menari indah

burung-burung pun tak bisa lagi mengepakkan sayapnya

langit memberontak

marah

mungkin lapar

atau mungkin senang

duuaaarrrr …

akar langit mulai mencabik langit

dan hah, ternyata badai.

               Jambi, 29 Desember 2012

MENGKHAYAL

 Terbang melayang tanpa arah

Lewat udara yang tak terarah

Fikiran melayang tanpa beban

Lewat mimpi menjadi kenyataan.

                Kuala Tungkal, 01 Januari 2013

BENDA ADALAH CINTA

 Angin berhembus bagaikan cinta

Yang terbang tanpa sayap.

Hujan turun bagaikan seribu panah

Yang menusuk kedalam cinta.

Mimpi adalah sebuah cinta

Yang datang di saat mata terpejam.

Kertas putih adalah cinta

Yang bersih tak di nodai biadap.

Kehidupan akan jadi cinta

Jika ku jalani bersamamu.

                     Jambi, 02 Januari 2013

MALAPEKATA

Kancil menulis dengan kata

Dengan indah dan manis

Dan Beruang pun membaca

Kata demi kata

Mulut pun berkomat kamit

Tampak di kepala terbakar api merah

Urat pun jadi tertarik

Lalu,

Beruang juga menulis dengan kata

Tapi tak seindah kata Kancil

Kata pun menuai sebuah rasa

Ada rasa pedas, asam, asin, dan pahit.

Oh tidak!

Beruang tidak berhenti

Dia terus saja menulis kata

Kancil pun tak dapat berbuat banyak.

Apa yang terjadi?

Ternyata Kancil terinjak

Terinjak pada kata beruang

Dan Aku pun tak dapat beruang banyak

Kata itu,

Ternyata telah membangunkan ular dan buaya

Mereka senang akan kesengsaraan si Kancil

Akibat ulah kata beruang.

Ular dan Buaya juga menulis kata

Kata yang dapat mematikan Kancil

Kancil hanya terdiam tanpa kata

Terselimuti rasa sakit karna kata.

Pesan pun tersirat dari-Nya

Hati-hati jika bermain kata

Karna kata dapat menjadikan sebuah malapetaka.

                 Jambi, 16 Januari 2013

K

 Mata …

Mata punya dua mata

Yang dapat melihat kata

Kata …

Kata yang tersusun kata

Yang kau tulis dengan kata

“Aku ingin bersamamu #K”

                  Jambi, 21 Januari 2013

MUSIM

Aku tau kau masih di hati. Karna musim akan selalu musim semi.

Tapi jikalau kau pindah kelain hati,

Mungkin musim iniakan menjadi musim kemarau yang gersang.

                  Jambi, 23 Januari 2013

MENTARI

Cahaya datang dari timur

Membawa seribu harapan.

Cahaya pergi menuju barat

Membawa luka.

           Jambi, 27 Januari 2013

MALAM DI KOTA KU

Terbaring sunyi dalam ruang bengap

Di temani majalah lama

Dan buku penyair agung

Rebut sang adik yang berebut buku

“ini punyaku, ini punyaku”

Masjid masjid yang mengalunkan nada Al-Quran

Itu tampak jelas di telinga ku

Akankah aku disini bisa sebahagia disana?

Tak ada yang berani menjawab

Cuma Kau yang berani menjawab.

               Kuala Tungkal, 28 januari 2013

KOSONG

Pulang dengan tangan hampa

Jambi, 22 Maret 2013

COBAAN

Luka
Luka itu datang ketika aku tidak bisa menghadapi luka
Luka
Luka itu mencabik-cabik aku yang tak sanggup menghadapinya.

Tubuh pun pontang panting
Terkumpul semua masalah dalam benak
Aku tidak mengerti apa ini?
Jelas ini semua datangnya dari engkau, Ya Allah

Setetes dua tetes jatuh dari pelupuk mata
Terisak dada hingga sulit bernapas
Aku tidak mengetahui apa ini?
Jelas tersirat dalam bayangan gelapmu, Ya Allah

Kuala Tungkal, 07 Juli 2013

BUKIT SENYUM


BUKIT SENYUM
Umumnya Tempat Tongkrongan Anak Muda
Kuala Tungkal – Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) terdapat sebuah bukit yang diberi nama Bukit Senyum. Kabupaten yang di pimpin oleh Bupati H. Usman Ermulan ini banyak sekali bukit-bukit yang yang ada. Bukit ini terletak di area Petro China daerah Batang Lumut Kecamatan Betara 6. Jarak dari kota Kuala Tungkal mencapai  41 KM.
Saat berkunjung kesana sabtu (18/02), ternyata bukit itu sama sekali tidak berbentuk senyum. Yang ada di atas bukit  hanya pohon tinggi yang kering dan kerangka pohon.  Dan di sbelahnya tempat itnggal para pekerja di Petro China yang di sebut Mess.
“Kalo masalah tu, tak ade yang tau dengan jelas ngape tempat ni dinamakan bukit senyum. Ade yang bilang karna jalan menuju kesane tu berbentuk setengah lingkaran, jadi berbentuk senyuman. Ade juge yang bilang tempat ni gundukan dari tanah yang seperti bukit itu mirip seperti sebuah senyuman. Tapi taka de satupun tanggapan yang mengandung mistik” ujar pengunjung yang bernama Rya.
Keadaan yang tenang karena jauh dari kebisingan jalan, ini lokasinya yang sangat cocok untuk dijadikan tempat hunting dan rekreasi. Bahkan juga bisa jadi tempat ini di jadikan tempat tongkrongan alis tempat mejeng anak muda. “Kalo masalah itu tu, so pasti tempat ini dimanfaatkan sama muda mudi untuk nongkrong en pacaran, ape lagi saat malam minggu atau libur, tempat ini sering ramai di kunjungi. Soalnye udara disini tu sejuk, ape lagi kalo siang, adeeeemm nian!” ujarnya. (@kawirian)

ACARA HIMABINDO DI CANDI MUARO JAMBI SUKSES


Acara Himabindo di Candi Muaro Jambi Sukses
 
MUARO JAMBI – Puncak peringatan Bulan Bahasa ke – 84 dan merayakan Ulang Tahun Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (Himabindo) ke – 5, sekaligus launching buku Cerita Rakyat yang di himpun oleh Mahasiswa PSPBSI semester 1 kelas a, b, dan c dalam pelajaran Pengantar Pengkajian Kesusastraan di Candi Muaro Jambi, berlangsung sukses.
Lama perjalanan dari Broni ke Candi Muaro Jambi menghabiskan waktu 34 menit. Dengan di antar 5 pasukan mobil bus yang berisi satu mobil 40 orang itu berlangsung bahagia.
            Tampak hadir dalam acara ini, ibu Dra. Erlina Zahar, M.Pd selaku ketua Prodi PSPBSI Universitas Batanghari sekaligus pelaksana acara, Wakil Dekan I bapak Abdoel Gafar, S.Pd, M.Pd beserta istri, Pak Sujoko, S.Pd, pak Firmantara, S.Pd, Mas Eko, Rian Muiz selaku alumni PSPBSI Universitas Batanghari, Para Anggota Himabindo, Para Mahasiswa PSPBSI dari semester 1 s/d 9, dan kelas pekerja juga turut memeriahkan acara ini.
            Acara dimulai jam 09.48 WIB, karena panitia sudah menyusun struktur acara agar acara itu tidak berantakan. Penampilan pembukanya adalah penampilan kelas III B yaitu tarian Sekapur Sirih. Karena memang kelas ini yang diminta untuk menampilkan tarian ini untuk acara pembukanya.
            Setelah persembahannya diberikan kepada para tamu kehormatan, lalu kata sambutan dari Ketua prodi ibu Dra. Erlina Zahar, M.Pd. dalam sambutannya mengatakan, acara yang kita laksanakan dalam memperingati Bulan Bahasa ke – 84 dan merayakan Ulang Tahun Himabindo ke – 5 yang bertepatan dengan bulan bahasa kemarin, sekaligus launching buku Cerita Rakyat yang di himpun oleh Mahasiswa PSPBSI semester 1 kelas a, b, dan c dalam pelajaran Pengantar Pengkajian Kesusastraan. Dan acara ini, kita tidak mengajukan proposal kepada siapapun, karena yang buat acara kita, yang menyiapkan kita, dan dari kita untuk kita. Untuk itu, jangan lagi diantara kita berprasangka buruk tentang acara ini ya. Semoga acara ini sukses kita laksanakan.
“Alhamdulillah, acara yang kita laksakan selama ini kita tunggu-tunggu untuk memperingati bulan bahasa ke – 84 dan merayakan Ulang Tahun Himabindo ke – 5, sekaligus launching buku Cerita Rakyat semester  1 ini terlaksanakan” ujar Wahyu selaku ketua Himabindo. Setelah itu, di akhiri dengan do’a.
            Setelah acara resmi itu, lalu masuklah acara intinya. Banyak penampilan-penampilan dari Mahasiswa PSPBSI dari mulai semester 1 s/d 9, diantaranya adalah membaca puisi, musikalisasi puisi, tari, berbalas pantun, vocal group, pencak silat, drama comedy dan standup comedy.
            Dari penampilan-penampilan yang di tampilkan, hampir semua penampilan sukses menghibur semua penonton. Banyak hal-hal positif dan bermanfaat dalam acara ini.
            Jam 11.53 WIB, waktunya untuk Ishoma. Waktu istirahat yang diberikan hanya 40 menit. Lalu semua di suruh kumpul kembali untuk melaksanakan penampilan berikutnya. Ternyata penampilan tinggal 2 lagi. Karena salah satu dari semester I B sedang sakit. Setelah penampilan semua sudah selesai. Lalu semua berfoto bersama di Candi yang tinggi.
            Jam 13.47 WIB, saatnya untuk kembali ke Bus masing-masing, karena acara juga sudah selesai. Beberapa Mahasiswa menggerutuk karena acara yang dilaksanakan itu hanya sebentar. Karena pada waktu acara gladi resik kemarin di umumkan bahwa acara akan selesai jam 17.00 WIB.
            ”Ay, aku masih belom puas rasonyo” ujar Karlina Mahasiswi semester V B itu tampak kesal. (@kawirian)

DEMAM ONLINE


DEMAM ONLINE
 
 Online_DistEd_img
“Siang malam ku selalu menatap layar terpaku
Untuk online online, online online”
Pasti kalian tau dong dengan sedikit petikan lagu itu?
Petikan lagu itu adalah lagunya Saykoji yang lagi ngetren di tahun 2008. Saat ini atau mulai detik ini sudah banyak jutaan manusia yang mengenal jejaring sosial (Social Networking).  Canggihnya fasilitas untuk mempermudah hidup manusia saat ini begitu mengagumkan. Contohnya saja manusia sudah mengenal Facebook, Twitter, My Space, Plurk, Tumblr, Instagram, Blogger, dan berbagai situs jejaring sosial lainnya.
Yang jadi pertanyaan, manusia di era yang sedang ngetren sekarang ini sudah kelewat batas. Artinya mereka sekarang telah menjadi best friend-nya si jejaring sosial. Why? Di karenakan mereka selalu up to date masalah yang beginian.
Jejaring sosial itu di ibaratkan rokok. Sekali isap, pengen coba isap lagi. Walau berusaha untuk  berhenti, tapi terus pengen coba lagi. Lama-lama akhirnya ketagihan. Coba lihat lagi lirik dari lagu saykoji ini.
Tidur telat bangun pagi-pagi nyalain komputer online lagi.
Bukan mau ngetik kerjaan, e-mail tugas diserahkan.
Tapi malah buka facebook, padahal face masih ngantuk.
Beler kayak orang mabuk, palak naik turun ngangguk-ngangguk.
Karena facebook, twitter dan lain sebagainya. Semua pekerjaan yang harus dikerjakan bisa terbengkalai. Cuma gara-gara sebuah layar unik doang.  Seharusnya jejaring sosial itu digunakan untuk hal-hal yang positif, misalnya mencari tugas, share, dan lain sebagainya. Agar  semua pekerjaan kita terselesaikan dengan cepat.
Terkadang jejaring sosial digunakan sebagai tempat curhat, tempat maki-maki, tempat 4l4y3r5. Biasanya sih yang begitu kebanyakan anak perempuan. Karena perempuan selalu menganggap facebook & twitternya adalah sebagai buku diary nya.  Hati-hati untuk kaum perempuan, kaum lelaki biasa memberikan gelar kepada kaum perempuan “Miss Chatting”. hehehehe. (@kawirian)