BIOLOGI SEL


STRUKTUR SEL
Sel terkecil adalah sel bakteri mikroplasma yang diameternya sekitar 0,1 mikron. Sel manusia memiliki diameter sekitar 20 mikron. Adapun sel terbesar adalah sel saraf pada leher jerapah yang panjangnya mencapai 3 m. Apabila kita mengamati sel di bawah mikroskop maka kita harus selalu berfikir bahwa sel adalah suatu bentuk dengan ukuran tiga dimensi, sehingga bentuknya dapat bulat, gepeng, kuboid, silindris, atau kadang-kadang seperti bintang.

1. Struktur Sel Hewan
Sel hewan tersusun atas protoplasma. Protoplasma merupakan bahan hidup di dalam sel berupa cairan koloid campuran majemuk protein, lemak, dan bahan organic lainnya.
Protoplasma sel hewan tersusun atas tiga bagian utama, yaitu :
a. Membran sel
b. Inti sel
c. Sitoplasma
a. Membran Sel
Membran sel atau membran plasma merupakan bagian sangat penting dari sel. Tanpa membrane sel tidak mungkin melangsungkan kehidupannya.
Membran sel berfungsi sebagai pelindung sel, pengatur transportasi molekul dan reseptor atau penerima rangsangan dari luar sel. Membran sel berfungsi berfungsi juga untuk memelihara perbedaan-perbedaan pokok antara isi sel dengan lingkungannya. Membran sel mempunyai kemampuan memilih bahan-bahan yang melintasinya dengan tetap memelihara perbedaan kadar ion di luar dan di dalam sel.
Membran sel pada hewan maupun tumbuhan, umumnya terdiri atas tiga lapis yang berstruktur protein – lemak – protein. Ketiga lapisan ini secara bersama-sama di sebut lipoprotein.
Struktur utama yang membentuk membrane sel adalah molekul-molekul fosfolipid yang tesusun dalam dua lapis. Untuk menjalankan fungsi dengan baik, membrane sel di lengkapi dengan molekul-molekul protein dan karbonhidrat. Protein-protein ini berfungsi untuk mengatur lalu lintas bahan yang keluar masuk sel dan untuk komunitas antarsel.

b. Inti Sel
Inti sel berisi butir-butir kromatin yang di hubungkan oleh benang kromatin yang sangat halus membentuk gulungan benang kromatin yang bahan genetic, yaitu untaian molekul DNA.
Struktur ini disebut anak inti (nukleolus). Nukleolus di butuhkan untuk membentuk molekul RNA. Inti sel juga mengandung cairan inti (nukleoplasma) yang tersusun atas molekul asam inti (DNA/RNA), protein inti dan benang-benang kromatin.
Inti sel berfungsi untuk mengatur (mengotrol) seluruh aktivitas sel dan pewarisan factor keturunan. Sedangkan anak inti befungsi untuk mensintesis berbagai macam molekul RNA, khususnya pembentukan RNA (RNA ribosom).
Pada saat membelah sudah tidak dapat di temukan membran inti dan butir-butir kromatin, akan tetapi di temukan struktur baru seperti benang atau batang yang disebut kromosom. Kromosom berasal dari benang-benang kromatin yang di gulung lebih padat dari butir kromatin, sehingga pada kromosom juga terdapat bahan genetic (DNA). DNA dibutuhkan sebagai sandi (kode) untuk pembentukan protein dalam sitoplasma.

c. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan bagian sel yang hidup yang terdapat di luar inti sel. Sebagian besat aktivitas sel, seperti metabolisme, gerakan dan biosintesis berlangsung di dalam sitoplasma. Oleh karena itu di dalam sitoplasma terdapat berbagai berbagai perlengkapan sel yang di sebut organel. Di dalam sitoplasma terdapat juga pigmen dan cadangan bahan makanan berupa pati, lemak, tepung dan glikogen.
Organel-organel yang tedapat di dalam sitoplasma adalah sebagai berikut.

1) Mitokondria
Mitokondria berasal dari kata mitos dan chondrion. Mitos artinya benang dan chondrion artinya butir. Mitokondria tampak seperti benang-benang halus tau butir-butir yang tersebar dalam sitoplasma. Jumlah mitokondria dalam satu sel dapat mencapai 800 buah. Mitokondria memiliki ketebalan sekitar 035-0,74 mikron.
Di dalam mitokondria terdapat matriks. Matriks dasarnya di sebut krista. Mitokondria berfungsi sebagai pusat respirasi sel dan penghasil energi terbesar di dalam sel, sehingga merupakan sumber energi untuk sel. Dengan demikian mitokondria di sebut juga sebagai power house dari sel.

2) Retikulum Endoplasma (RE)
Retikulum endoplasma mempunyai fungsi umum yaitu menyusun dan menyalurkan zat-zat kedalam sel.
Retikulum endoplasma dibagi menjadi dua berdasarkan ada dan tidaknya ribosom yang enempel, yaitu
a) Retikulum endoplasma bergranula (kasar), yaitu retikulum endoplasma yang
mengandung atau menempel ribosom dengan jarak tertentu. Fungsinya
untuk menampung protein yang di buat oleh ribosom.
b) Retikulm endoplasma granula (halus), yaitu reticulum endoplasma yang
tidak mengandung ribosom. Fungsinya untuk mensintesis molekul-molekul
lemak, fosfolipid, dan steroid.

3) Ribosom
Secara struktur, ribosom terdiri dari 2 subunit, yaitu subunit kecil 40-S dan subunit besar 60-S.
Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein dalam sel. Pada ribosom terdapat paling sedikit tiga jenis RNA, yaitu mRNA, rRNA, tRNA yang di perlukan untuk membaca kode yang yang di kirimkan dari inti sel, sehingga dari kode itu dapt dibaca jenis protein yang bagaimana yang akan disintesis didalam ribosom.
4) Kompleks Golgi
Kompleks golgi pertama kali di temukan di dalam sel saraf oleh seorang sarjana bangsa italia Camilo Golgi pada tahun 1898. Komplek Golgi terdiri dari kantung-kantung pipih yang di sebut sisterna. Sisterna ini bertumpuk dalam 4-8 lapisan.
Berdasarkan hal di atas, dapat disimpulkan bahwa kompleks Golgi befungsi sebagai alat pengeluaran (sekresi) protein dan lender, sehingga disebut juga organel sekresi. Kompleks Golgi pada tumbuhan disebut diktiosom.

5) Lisosom
Lisosom merupakan organel berbentuk oval atau bundar yang dibatasi oleh membrane tunggal dan berisi sejumlah enzim pencernaan. Misalnya pada sel darah putih ( leukosit), bakteri-bakteri yang telah difagositosis akan di cerna oleh enzim-enzim lisosom. Lisosom berfungsi juga untuk untuk mencernakan organel-organel sel yang telah rusak atau sudah tua.
Contohnya pada saat berudu berubah menjadi katak, ekor berudu secara bertahap diserap oleh sel-sel ekor yang banyak mengandung lisosom, hasil penghancuran ekor ini kemudian digunakan untuk pertumbuhan sel baru dan perkembangan katak selanjutnya.

6) Peroksisom
Periksosom merupakan suatu organel yang mirip dengan lisosom tetapi biasanya berukuran lebih kecil, mengandung banyak enzim yang berhubungan dengan metabolisme H2O2. Salah satu contohnya adalah enzim katalase.
Enzim katalase tedapat di semua sel hidup dan banyak ditemukan pada sel hati. Enzi mini berfungsi untuk menguraikan hydrogen perosida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2).
Senyawa hydrogen peroksida (H2O2) terbentuk dalam proses respirasi sel, bersifat racun dan dapat merusak sel.

7) Sitoskeleton
Sitoskeleton merupakan rangkaian benang-benang yang tersusun atas selium dan flagellum, berfungsi sebagai penyokong sel dan mempertahankan bentuk sel.
Benang penyusun sitoskeleton dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu
a) Mikrofilamen (merupakan benang yang tipis, sering disebut juga filament
aktin)
b) Mikrotubul (merupakan benang yang paling tebal)
c) Filamen antara (merupakan benang yang berukuran di antara mikrofilamen
dan mikrotubul)

a) Mikrofilamen
Mikrofilamen merupakan benang-benang protein aktin dengan diameter
sekitar 7 nm. Miikrofilamen tidak dimiliki oleh semua sel.
Contoh sel yang memiliki mikrofilamen adalah sel otot lurik yang dikenal
sebagai aktin dan myosin berfungsi sebagai kontraksi.
Fungsi mikrofilamen adalah untuk kontraksi otot, gerak ameboid,
pembelahan sel, mempertahankan bentuk sel, dan mengubah bentuk sel.

b) Mikrotubul
Mikrotubul tersusun atas molekul protein jenis tubulin diameternya 25nm
dan membentuk pipa atau tabung. Mikrotubul berfungsi untuk pergerakan
(mobilitas) sel, gerak kromosom, penempatan dan pergerakan organel, serta
mempertahankan bentuk sel.

c) Filamen Antara
Filamen antara tersusun dari komposisi protein yang berbeda-beda antara
jenis sel yang satu dengan sel lainnya. Filamen antara memiliki diameter yang
besar dari diameter mikrofilamen tetapi lebih kecil dari diameter mikrotubul,
yaitu sekitar 8-10 nm.
Filamen antara berperan penting untuk memperkuat atau mempertahankan
bentuk sel. Filamen ini dominant keberadaannya didalam sel yang sering
mengalami tekanan mekanik seperti pada sel-sel epitel kulit dan sepanjang
serabut saraf.

8) Sentriol
Sentriol hanya ditemukan pada sel hewan. Di dalam sel terdapat dua sentriol yang terdapat di dalam sentrosom. Satu sentriol terdiri dari satu batang yang tersusun dari 9 mikrotubul.
Pada saat terjadi pembelahan sel, kedua sentriol akan memisahkan diri, bergerak menuju kutub yang berlawanan dan berkembang menjadi benang gelendong.
Sentriol berfungsi pada saat terjadinya pembelahan sel, yaitu pada pergerakan kromosom atau kromatid.

2. Struktur Sel Tumbuhan
Sel tumbuhan mempunyai struktur membrane sel, inti sel, dan organel-organel sel yang tidak jauh berbeda dengan sel hewan, hanya saja pada sel tumbuhan tidak ditemukan lisosom dan sentriol. Akan tetapi, sel tumbuhan memiliki dinding sel, plastida, dan vakuola.

1) Dinding Sel
Dinding sel pada umumnya tersusun dari molekul selulosa. Bersifat permeable. Jika diamati lebih lanjut dinding sel tersusun atas tiga lapis, yaitu
a) Dinding primer, terdapat pada sel-sel yang selalu membelah (bersifat
meristematik).
b) Dinding sekunder, terdapat pada sel yang mempunyai bentuk tetap dan fungsi
khusus.
c) Lamella tengah, berfungsi sebagai penghubung antara sel yang satu dengan sel
yang lainnya.

2) Plastida
Plastida merupakan organel pada sel tumbuhan yang berbentuk bulat, oval, atau cakram. Diameternya sekitar 4-6 mikron. Plastida sering disebut jiga kromatofora.
Plastida dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu
a) Leukoplas, yaitu plastida yang tidak mengandung pigmen, berfungsi sebagai
sebagai tempat penyimpanan atau sebagai gudang.
Berdasarkan bahan yang dikandungnya, leukoplas dibedakan menjadi :
(1) Amiloplas, yaitu bila bahan yang disimpan di dalamnya berupa tepung
atau amilum.
(2) Elaioplas, yaitu bila bahan yang disimpan di dalamnya berupa minyak.
(3) Aleuroplas, yaitu bila bahan yang disimpan berupa protein.
b) Kromoplas, yaitu plastida yang mengandung pigmen selain pigmen
fotosintesis, seperti xantofil dan kroten. Kromoplas banyak terdapat pada
bagian tumbuhan, yaitu bunga, buah, dan batang.
c) Kloroplas, yaitu plastida yang mengandung pigmen fotosintesis (klorofil).
Didalam kloroplas inilah proses fotosintesis berlangsung. Klorofil banyak
terdapat pada daun dan tangkai tumbuhan muda maupun dewasa.

3) Vakuola
Vakuola sering disebut juga rongga sel. Makin tua umur sel tumbuhan, makin besar vakuolanya. Vakuolanya dilapisi oleh membrane yang disebut tonoplas yang bersifat semipermiabel. Di dalam vakuola terdapat cairan sel yang mengndung gas, garam, minyak, gula, asam organic, dan mungkin juga antosianin.
Vakuola bersama-sama dengan dinding sel berperan untuk mengatur tekanan turgor.

SUMBER : Dokument pribadi
STRUKTUR SEL
Sel terkecil adalah sel bakteri mikroplasma yang diameternya sekitar 0,1 mikron. Sel manusia memiliki diameter sekitar 20 mikron. Adapun sel terbesar adalah sel saraf pada leher jerapah yang panjangnya mencapai 3 m. Apabila kita mengamati sel di bawah mikroskop maka kita harus selalu berfikir bahwa sel adalah suatu bentuk dengan ukuran tiga dimensi, sehingga bentuknya dapat bulat, gepeng, kuboid, silindris, atau kadang-kadang seperti bintang.

1. Struktur Sel Hewan
Sel hewan tersusun atas protoplasma. Protoplasma merupakan bahan hidup di dalam sel berupa cairan koloid campuran majemuk protein, lemak, dan bahan organic lainnya.
Protoplasma sel hewan tersusun atas tiga bagian utama, yaitu :
a. Membran sel
b. Inti sel
c. Sitoplasma
a. Membran Sel
Membran sel atau membran plasma merupakan bagian sangat penting dari sel. Tanpa membrane sel tidak mungkin melangsungkan kehidupannya.
Membran sel berfungsi sebagai pelindung sel, pengatur transportasi molekul dan reseptor atau penerima rangsangan dari luar sel. Membran sel berfungsi berfungsi juga untuk memelihara perbedaan-perbedaan pokok antara isi sel dengan lingkungannya. Membran sel mempunyai kemampuan memilih bahan-bahan yang melintasinya dengan tetap memelihara perbedaan kadar ion di luar dan di dalam sel.
Membran sel pada hewan maupun tumbuhan, umumnya terdiri atas tiga lapis yang berstruktur protein – lemak – protein. Ketiga lapisan ini secara bersama-sama di sebut lipoprotein.
Struktur utama yang membentuk membrane sel adalah molekul-molekul fosfolipid yang tesusun dalam dua lapis. Untuk menjalankan fungsi dengan baik, membrane sel di lengkapi dengan molekul-molekul protein dan karbonhidrat. Protein-protein ini berfungsi untuk mengatur lalu lintas bahan yang keluar masuk sel dan untuk komunitas antarsel.

b. Inti Sel
Inti sel berisi butir-butir kromatin yang di hubungkan oleh benang kromatin yang sangat halus membentuk gulungan benang kromatin yang bahan genetic, yaitu untaian molekul DNA.
Struktur ini disebut anak inti (nukleolus). Nukleolus di butuhkan untuk membentuk molekul RNA. Inti sel juga mengandung cairan inti (nukleoplasma) yang tersusun atas molekul asam inti (DNA/RNA), protein inti dan benang-benang kromatin.
Inti sel berfungsi untuk mengatur (mengotrol) seluruh aktivitas sel dan pewarisan factor keturunan. Sedangkan anak inti befungsi untuk mensintesis berbagai macam molekul RNA, khususnya pembentukan RNA (RNA ribosom).
Pada saat membelah sudah tidak dapat di temukan membran inti dan butir-butir kromatin, akan tetapi di temukan struktur baru seperti benang atau batang yang disebut kromosom. Kromosom berasal dari benang-benang kromatin yang di gulung lebih padat dari butir kromatin, sehingga pada kromosom juga terdapat bahan genetic (DNA). DNA dibutuhkan sebagai sandi (kode) untuk pembentukan protein dalam sitoplasma.

c. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan bagian sel yang hidup yang terdapat di luar inti sel. Sebagian besat aktivitas sel, seperti metabolisme, gerakan dan biosintesis berlangsung di dalam sitoplasma. Oleh karena itu di dalam sitoplasma terdapat berbagai berbagai perlengkapan sel yang di sebut organel. Di dalam sitoplasma terdapat juga pigmen dan cadangan bahan makanan berupa pati, lemak, tepung dan glikogen.
Organel-organel yang tedapat di dalam sitoplasma adalah sebagai berikut.

1) Mitokondria
Mitokondria berasal dari kata mitos dan chondrion. Mitos artinya benang dan chondrion artinya butir. Mitokondria tampak seperti benang-benang halus tau butir-butir yang tersebar dalam sitoplasma. Jumlah mitokondria dalam satu sel dapat mencapai 800 buah. Mitokondria memiliki ketebalan sekitar 035-0,74 mikron.
Di dalam mitokondria terdapat matriks. Matriks dasarnya di sebut krista. Mitokondria berfungsi sebagai pusat respirasi sel dan penghasil energi terbesar di dalam sel, sehingga merupakan sumber energi untuk sel. Dengan demikian mitokondria di sebut juga sebagai power house dari sel.

2) Retikulum Endoplasma (RE)
Retikulum endoplasma mempunyai fungsi umum yaitu menyusun dan menyalurkan zat-zat kedalam sel.
Retikulum endoplasma dibagi menjadi dua berdasarkan ada dan tidaknya ribosom yang enempel, yaitu
a) Retikulum endoplasma bergranula (kasar), yaitu retikulum endoplasma yang
mengandung atau menempel ribosom dengan jarak tertentu. Fungsinya
untuk menampung protein yang di buat oleh ribosom.
b) Retikulm endoplasma granula (halus), yaitu reticulum endoplasma yang
tidak mengandung ribosom. Fungsinya untuk mensintesis molekul-molekul
lemak, fosfolipid, dan steroid.

3) Ribosom
Secara struktur, ribosom terdiri dari 2 subunit, yaitu subunit kecil 40-S dan subunit besar 60-S.
Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein dalam sel. Pada ribosom terdapat paling sedikit tiga jenis RNA, yaitu mRNA, rRNA, tRNA yang di perlukan untuk membaca kode yang yang di kirimkan dari inti sel, sehingga dari kode itu dapt dibaca jenis protein yang bagaimana yang akan disintesis didalam ribosom.
4) Kompleks Golgi
Kompleks golgi pertama kali di temukan di dalam sel saraf oleh seorang sarjana bangsa italia Camilo Golgi pada tahun 1898. Komplek Golgi terdiri dari kantung-kantung pipih yang di sebut sisterna. Sisterna ini bertumpuk dalam 4-8 lapisan.
Berdasarkan hal di atas, dapat disimpulkan bahwa kompleks Golgi befungsi sebagai alat pengeluaran (sekresi) protein dan lender, sehingga disebut juga organel sekresi. Kompleks Golgi pada tumbuhan disebut diktiosom.

5) Lisosom
Lisosom merupakan organel berbentuk oval atau bundar yang dibatasi oleh membrane tunggal dan berisi sejumlah enzim pencernaan. Misalnya pada sel darah putih ( leukosit), bakteri-bakteri yang telah difagositosis akan di cerna oleh enzim-enzim lisosom. Lisosom berfungsi juga untuk untuk mencernakan organel-organel sel yang telah rusak atau sudah tua.
Contohnya pada saat berudu berubah menjadi katak, ekor berudu secara bertahap diserap oleh sel-sel ekor yang banyak mengandung lisosom, hasil penghancuran ekor ini kemudian digunakan untuk pertumbuhan sel baru dan perkembangan katak selanjutnya.

6) Peroksisom
Periksosom merupakan suatu organel yang mirip dengan lisosom tetapi biasanya berukuran lebih kecil, mengandung banyak enzim yang berhubungan dengan metabolisme H2O2. Salah satu contohnya adalah enzim katalase.
Enzim katalase tedapat di semua sel hidup dan banyak ditemukan pada sel hati. Enzi mini berfungsi untuk menguraikan hydrogen perosida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2).
Senyawa hydrogen peroksida (H2O2) terbentuk dalam proses respirasi sel, bersifat racun dan dapat merusak sel.

7) Sitoskeleton
Sitoskeleton merupakan rangkaian benang-benang yang tersusun atas selium dan flagellum, berfungsi sebagai penyokong sel dan mempertahankan bentuk sel.
Benang penyusun sitoskeleton dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu
a) Mikrofilamen (merupakan benang yang tipis, sering disebut juga filament
aktin)
b) Mikrotubul (merupakan benang yang paling tebal)
c) Filamen antara (merupakan benang yang berukuran di antara mikrofilamen
dan mikrotubul)

a) Mikrofilamen
Mikrofilamen merupakan benang-benang protein aktin dengan diameter
sekitar 7 nm. Miikrofilamen tidak dimiliki oleh semua sel.
Contoh sel yang memiliki mikrofilamen adalah sel otot lurik yang dikenal
sebagai aktin dan myosin berfungsi sebagai kontraksi.
Fungsi mikrofilamen adalah untuk kontraksi otot, gerak ameboid,
pembelahan sel, mempertahankan bentuk sel, dan mengubah bentuk sel.

b) Mikrotubul
Mikrotubul tersusun atas molekul protein jenis tubulin diameternya 25nm
dan membentuk pipa atau tabung. Mikrotubul berfungsi untuk pergerakan
(mobilitas) sel, gerak kromosom, penempatan dan pergerakan organel, serta
mempertahankan bentuk sel.

c) Filamen Antara
Filamen antara tersusun dari komposisi protein yang berbeda-beda antara
jenis sel yang satu dengan sel lainnya. Filamen antara memiliki diameter yang
besar dari diameter mikrofilamen tetapi lebih kecil dari diameter mikrotubul,
yaitu sekitar 8-10 nm.
Filamen antara berperan penting untuk memperkuat atau mempertahankan
bentuk sel. Filamen ini dominant keberadaannya didalam sel yang sering
mengalami tekanan mekanik seperti pada sel-sel epitel kulit dan sepanjang
serabut saraf.

8) Sentriol
Sentriol hanya ditemukan pada sel hewan. Di dalam sel terdapat dua sentriol yang terdapat di dalam sentrosom. Satu sentriol terdiri dari satu batang yang tersusun dari 9 mikrotubul.
Pada saat terjadi pembelahan sel, kedua sentriol akan memisahkan diri, bergerak menuju kutub yang berlawanan dan berkembang menjadi benang gelendong.
Sentriol berfungsi pada saat terjadinya pembelahan sel, yaitu pada pergerakan kromosom atau kromatid.

2. Struktur Sel Tumbuhan
Sel tumbuhan mempunyai struktur membrane sel, inti sel, dan organel-organel sel yang tidak jauh berbeda dengan sel hewan, hanya saja pada sel tumbuhan tidak ditemukan lisosom dan sentriol. Akan tetapi, sel tumbuhan memiliki dinding sel, plastida, dan vakuola.

1) Dinding Sel
Dinding sel pada umumnya tersusun dari molekul selulosa. Bersifat permeable. Jika diamati lebih lanjut dinding sel tersusun atas tiga lapis, yaitu
a) Dinding primer, terdapat pada sel-sel yang selalu membelah (bersifat
meristematik).
b) Dinding sekunder, terdapat pada sel yang mempunyai bentuk tetap dan fungsi
khusus.
c) Lamella tengah, berfungsi sebagai penghubung antara sel yang satu dengan sel
yang lainnya.

2) Plastida
Plastida merupakan organel pada sel tumbuhan yang berbentuk bulat, oval, atau cakram. Diameternya sekitar 4-6 mikron. Plastida sering disebut jiga kromatofora.
Plastida dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu
a) Leukoplas, yaitu plastida yang tidak mengandung pigmen, berfungsi sebagai
sebagai tempat penyimpanan atau sebagai gudang.
Berdasarkan bahan yang dikandungnya, leukoplas dibedakan menjadi :
(1) Amiloplas, yaitu bila bahan yang disimpan di dalamnya berupa tepung
atau amilum.
(2) Elaioplas, yaitu bila bahan yang disimpan di dalamnya berupa minyak.
(3) Aleuroplas, yaitu bila bahan yang disimpan berupa protein.
b) Kromoplas, yaitu plastida yang mengandung pigmen selain pigmen
fotosintesis, seperti xantofil dan kroten. Kromoplas banyak terdapat pada
bagian tumbuhan, yaitu bunga, buah, dan batang.
c) Kloroplas, yaitu plastida yang mengandung pigmen fotosintesis (klorofil).
Didalam kloroplas inilah proses fotosintesis berlangsung. Klorofil banyak
terdapat pada daun dan tangkai tumbuhan muda maupun dewasa.

3) Vakuola
Vakuola sering disebut juga rongga sel. Makin tua umur sel tumbuhan, makin besar vakuolanya. Vakuolanya dilapisi oleh membrane yang disebut tonoplas yang bersifat semipermiabel. Di dalam vakuola terdapat cairan sel yang mengndung gas, garam, minyak, gula, asam organic, dan mungkin juga antosianin.
Vakuola bersama-sama dengan dinding sel berperan untuk mengatur tekanan turgor.

SUMBER : Dokument pribadi

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s